AWAS !! WASPADAI PENYAKIT BERBAHAYA YANG DISEBARKAN OLEH TIKUS

Written by on 7 July 2019

MTBFM.CO.ID – Tikus adalah hewan yang cukup dibeci karena mengambil makanan dan bisa menyebabkan penyakit. Resiko membahayakan yang dibawa lewat tikus bisa mengancam jiwa. Apa saja penyakit tikus yang bisa menular ke manusia? Dikutip dari hellosehat  berikut penyakit yang ditularkan tikus:

  1. Hantavirus

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Penyakit dari hewan pengeratyang satu ini ini menular ketika Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara. Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus. Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, meskipun kasus digigit tikus jarang terjadi.

Gejala awal HPS sangat mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

  1. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS). HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.

Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur. Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, sampai gagal ginjal akut.

  1. Penyakit pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat menggigit tubuh Anda.

Umumnya penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi yakni dengan munculnya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher. Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa sampai menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan saja hanya disebarkan lewat hewan pengerat. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing yang kutunya sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda berkontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.

  1. Rat bite fever (RBF)

RBF adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan tikus. Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis. Ketika seseorang terserang RBF, maka akan muncul berbagai gejala yang tidak biasa.

Diantaranya berupa demam, muntah, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, hingga kadang sampai menimbulkan kemerahan pada kulit. Penyakit ini cukup banyak terjadi di wilayah Asia dan Amerika utara. Penyakit lewat tikus ini juga bisa ditularkan lewat makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus. Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit yang serius atau bahkan fatal.

  1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan oleh tikus ketika seseorang memiliki luka terbuka. Kemungkinan, infeksi terjadi saat luka terbuka yang belum sembuh tersebut bersentuhan atau terkena langsung dengan perantara, misalnya air atau tanah, yang sudah tercemar oleh urin hewan pengerat ini.

Meski menular dari tikus ke manusia, tapi bakteri penyebab leptospirosis tidak akan berpindah antar manusia. Sebenarnya tidak selalu dikarenakan luka terbuka. Tanpa sengaja menyentuh perantara yang telah terkontaminasi oleh urin hewan pengerat ini pun berpeluang menularkan bakteri leptospirosis.

Tidak boleh disepelekan. Pasalnya, penyakit ini bisa berkembang lebih parah menjadi meningitis (radang selaput otak), kerusakan ginjal, gangguan pernapasan, hingga kematian bila tidak segera ditangani.

( src : HSH / WUL )

 

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


102,7 MTB FM

Ragam Hiburan dan Musik Inspiratif

Current track
TITLE
ARTIST

Background