PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA DALAM UPAYA MENUJU NEW NORMAL

Written by on 5 June 2020

MTBFM.CO.ID – Pandemi Covid-19 berdampak yang besar terhadap kaum perempuan khususnya pekerja. Tuntutan untuk bekerja di rumah menjadi beban tersendiri karena harus mengoptimalkan peran baik sebagai Ibu dan sebagai wanita yang bekerja.

Munculnya wacana tatanan normal baru atau new normal mulai disosialisasikan pemerintah. Hidup berdampingan dengan Covid-19, melalui new normal atau tatanan baru bukan berarti menyerah, namun lebih pada bagaimana masyarakat menyesuaikan diri dengan situasi pandemi saat ini.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), peran perempuan menjadi sentral karena kualitas hidup wanita/perempuan juga akan memberikan pengaruh besar pada ketahanan keluarga. Jika kualitas hidup perempuan tinggi, maka kuat pula ketahanan keluarga. Sebaliknya, jika kualitas hidup perempuan rendah, maka rapuh juga ketahanan keluarga.

Dalam Upaya Menuju New Normal setiap anggota keluarga perlu saling mengingatkan hal penting yang menjadi perhatian bersama, yaitu :

  • Penerapan disiplin tinggi dalam implementasi protokol Kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu penerapan Pola hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan penggunaan masker), pelaksanaan physical distancing, makan asupan bergizi, olahraga teratur dan cukup istirahat, serta menerapkan karantina mandiri bila mengalami gejala ringan;
  • Terapkan 8 Fungsi Keluarga untuk mengoptimalkan peran dan fungsi keluarga untuk membentengi setiap anggota keluarga dari dampak pandemi (Fungsi Agama, Kasih Sayang, Reproduksi, Perlindungan, Sosial Budaya, Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan).

Hal-hal yang dapat dilakukan dalam Keluarga untuk mengurangi dampak psikologis dari pandemi :

  • Menerapkan pola hidup sehat, antara lain dengan memastikan setiap anggota keluarga memperoleh istirahat yang cukup;
  • Pastikan tiap anggota keluarga untuk berolahraga minimal 15-30 menit setiap harinya;
  • Memastikan tiap anggota keluarga memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang
  • Tetap merencanakan kehamilan dan atur jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi selama pandemi. Kehamilan selama masa pandemi sangat beresiko bagi ibu dan janin, selain berdampak pada psikologis ibu akibat kecemasan dikarenakan hamil dimasa pandemi, juga meningkatkan resiko gangguan kesehatan bagi ibu dan janin.

 

( BKKBN / MTB )

 

 

Social Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Current track

Title

Artist

Background