MTBFM.CO.ID – Tahun kedua bulan Ramadhan kita jalani di tengah pandemic Covid-19. Meskipun begitu, kita tetap mesti memperhatikan asupan nutrisi untuk tubuh.

Dr.Ir.Luki Mundihastusi.MKes – Kepala UPT Laboratorium Gizi Dinas Kesehatan Jawa Timur, dalam obrolan santai di Radio MTB FM Surabaya, Selasa (10/04) menjelaskan, berpuasa di tengah pandemic bukan berarti mengabaikan nutrisi tubuh. Menu yang pas saat sahur dan berbuka mengacu pada bahan-bahan yang beragam, mulai lauk, sayur, dan buah.

Kata Dr. Luki, makanan tidak berkuah juga bisa dikombinasikan dengan sayur misalnya nasi goreng jawa ada sayur sawi di dalamnya. Sebenarnya ini menyebabkan pencernaan kita bekerja lebih keras dan cukup menguras energi untuk mencerna. Porsi makanan juga mesti diperhatikan. Untuk orang dewasa, mengacu pada istilah ‘isi piringku’, dengan susunan setengah dari dua pertiga adalah karbohidrat, setengah dari sepertiga adalah lauk, setengah dari dua pertiga adalah sayur, lalu sepertiga terakhir adalah buah.

Dr. Luki menambahkan, strategi khusus untuk mencegah covid-19 bisa dilakukan dengan menjaga imun. Saat berpuasa, nutrisi tubuh sebenarnya tidak berkurang hanya berubah jadwal saja yakni saur dan berbuka. Sehingga langkah untuk memblokade virus agar tidak masuk ke tubuh dengan cara menjaga jalan masuknya virus seperti mulut, mata, dan sebagainya. Ini bisa dilakukan dengan mengikuti protocol kesehatan yang ketat, PHBS ( Pola Hidup Bersih dan Sehat ), menjaga jarak, pakai masker, sering mencuci tangan dengan air mengalir.

What's your reaction?
0cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2021. All rights reserved.