Halo Sobat MTB! Punya nggak sih temen tongkrongan—atau jangan-jangan kamu sendiri—yang julukannya “Si Paling Ngaret”? Udah bangun jam 5 pagi, mandi jam 6, janjian ketemuan jam 8, eh tetep aja baru nongol jam 9 dengan alasan klasik: “Sorry bro, tadi macet di jalan!”

Pasti rasanya pengen ngamuk kan ngadepin orang yang nggak bisa ngehargain waktu. Bawaannya pengen nge-cap mereka males atau egois. Tapi tunggu dulu! Sebelum kamu block nomor WhatsApp temenmu itu, ada fakta ilmiah mengejutkan yang lagi ramai dibahas di media sosial.

Ternyata, kebiasaan selalu telat ini belum tentu karena disengaja lho. Dalam dunia psikologi, fenomena ini disebut sebagai Time Blindness alias Buta Waktu.

Hah, emang ada penyakit buta waktu? Yuk, kita bongkar fakta ilmiahnya!

Apa Itu Sindrom ‘Time Blindness’?

Sederhananya, Time Blindness adalah ketidakmampuan otak untuk merasakan bagaimana waktu berjalan atau memperkirakan berapa lama sebuah aktivitas akan selesai. Bagi orang yang mengalami ini, waktu terasa abstrak. Lima menit bisa terasa seperti satu jam, dan satu jam rebahan sambil main HP bisa terasa cuma lima menit! Menurut Dr. Ari Tuckman, seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat yang banyak meneliti tentang fungsi otak dan manajemen waktu, Time Blindness berakar dari masalah di Executive Functioning (Fungsi Eksekutif) yang ada di bagian depan otak (Prefrontal Cortex). Bagian otak inilah yang bertugas untuk merencanakan masa depan dan mengukur waktu. Saat bagian ini “korslet” atau kelebihan beban akibat stres, otak jadi kehilangan radar internal untuk melacak detak jarum jam.

Terjebak dalam Jebakan ‘Optimism Bias’ (Bias Optimisme)

Orang yang buta waktu biasanya sangat optimis—tapi dalam artian yang keliru! Mereka sering terjebak dalam jebakan psikologis yang disebut Planning Fallacy atau Optimism Bias.Penelitian dari pakar ekonomi perilaku Daniel Kahneman (Pemenang Nobel) dan Amos Tversky membuktikan bahwa manusia cenderung meremehkan waktu penyelesaian suatu tugas. Misalnya, orang dengan Time Blindness mikir, “Ah, perjalanan dari Rungkut ke Tunjungan Plaza kan cuma 15 menit.” Mereka lupa menghitung waktu buat manasin motor, pakai sepatu, nunggu lampu merah, sampai cari parkiran! Alhasil, perhitungan waktu mereka selalu meleset.

Sindromnya Orang Sibuk dan Gampang Terdistraksi

Meskipun sering dikaitkan dengan kondisi neurologis tertentu (seperti ADHD), Time Blindness rupanya bisa menyerang siapa aja, terutama pekerja keras atau mahasiswa tingkat akhir yang otaknya lagi overload. Saat kamu lagi pusing mikirin banyak kerjaan atau asyik ngerjain sesuatu yang disuka (kondisi Hyperfocus), otak akan mematikan alarm waktu di kepala kamu. Tahu-tahu, di luar udah gelap aja!

Biar Nggak Telat Mulu, Akalin Pakai Alarm Audio!

Jadi, kalau kamu ngerasa punya gejala Time Blindness, jangan dibiarin aja ya, Sobat MTB. Soalnya ini bisa bikin karier dan hubungan sosial kamu berantakan!

Para ahli menyarankan untuk nggak mengandalkan “perasaan” dalam mengatur waktu, tapi gunakan pengingat eksternal. Salah satu cara paling asyik buat nemenin rutinitas hari-hari kamu biar on-track dan sadar waktu adalah dengan dengerin 102.7 MTB FM Surabaya, Obrolan penyiar kita dan jadwal lagu yang teratur secara nggak sadar bakal jadi timer alami buat otak kamu biar cepetan berangkat!

What's your reaction?
24cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2026. All rights reserved.