Halo Sobat MTB! Coba ngaku, siapa yang siklus malamnya kayak gini: Badan udah capek banget setelah seharian kerja atau ngampus, mata udah sepet, dan niatnya pengen tidur jam 10 malam. Tapi begitu rebahan di kasur… eh malah keasyikan scrolling TikTok, maraton drakor, atau checkout keranjang online shop sampai jam 2 pagi!

Pas besok paginya bangun dengan mata panda dan kepala pusing, kamu nyesel dan janji, “Nanti malam aku beneran mau tidur cepet!” Tapi ujung-ujungnya… diulangin lagi!

Pasti banyak yang mikir, “aku insomnia kali ya?” Eits, belum tentu! Kalau kamu sengaja menunda tidur padahal sebenarnya bisa tidur, kamu sedang terjebak dalam fenomena psikologis viral yang namanya Revenge Bedtime Procrastination (Prokrastinasi Waktu Tidur Balas Dendam).

Fenomena apa lagi nih? Yuk, kita bedah fakta ilmiahnya biar siklus tidur kamu nggak makin berantakan!

Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?

Istilah ini pertama kali meledak di media sosial dan mendeskripsikan kondisi di mana seseorang dengan sengaja “mencuri” waktu tidurnya sendiri untuk melakukan hal-hal yang nggak penting, sebagai bentuk balas dendam karena mereka tidak punya kendali atas waktu mereka di siang hari.

Pagi sampai sore waktumu habis buat kerja, diomelin bos, atau kejebak macet berjam-jam di jalanan Surabaya. Nah, saat malam tiba, otakmu merasa bahwa inilah satu-satunya waktu untuk me-time. Jadi, otakmu menolak untuk tidur!

Secara ilmiah, konsep ini diperkenalkan lewat penelitian dari Utrecht University di Belanda oleh Dr. Floor Kroese pada tahun 2014. Dalam jurnal Frontiers in Psychology, fenomena ini disebut sebagai kegagalan regulasi diri (self-regulation failure). Orang yang mengalami ini tahu persis bahwa begadang akan berdampak buruk pada esok hari, tapi dorongan psikologis untuk mencari kebebasan dan hiburan di malam hari jauh lebih kuat daripada rasa kantuk.

Kenapa Kebanyakan Gen Z dan Millennial yang Kena?

Kalau kamu ngerasa fenomena ini “aku banget”, wajar kok. Kelompok pekerja muda adalah korban utamanya.

Sebuah studi dari Global Sleep Study dan pengamatan psikologi modern menemukan bahwa tekanan budaya hustle culture (budaya gila kerja) membuat batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan jadi kabur. Karena energi mental sudah terkuras habis dari pagi sampai sore (fenomena Ego Depletion), di malam hari otak sudah terlalu lelah untuk melakukan kontrol diri. Akibatnya, kamu milih hiburan instan yang nggak butuh mikir: scrolling HP berjam-jam.

Bahaya Tersembunyi di Balik ‘Me-Time’ Tengah Malam

Meski rasanya memuaskan bisa punya waktu buat diri sendiri di keheningan malam, tubuhmu yang bayar harganya, Sobat MTB. Kurang tidur kronis karena Revenge Bedtime Procrastination nggak cuma bikin kamu lemot besoknya, tapi juga memicu hormon kortisol (stres) naik drastis, gampang emosian, sampai memicu burnout.

Gimana Cara Putusin Siklus ‘Balas Dendam’ Ini?

Sobat MTB, cara terbaik buat menyembuhkan sindrom ini adalah dengan mencicil me-time di siang hari. Coba deh ambil jeda istirahat 15 menit pas kerja buat sekadar jalan-jalan ambil minum, atau hindari buka grup kerjaan kalau udah clock-out.

Dan yang paling penting, buat suasana malammu senyaman mungkin biar otak tahu kalau ini waktunya istirahat, bukan waktunya balas dendam. Biar mood kamu lebih rileks, coba deh temenin waktu malam kamu dengan dengerin playlist lagu-lagu slow dan obrolan penyiar yang chill abis, pastinya cuma di 102.7 MTB FM Surabaya

What's your reaction?
24cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2026. All rights reserved.