TONGKLEK, MUSIK PATROL ALA LAMONGAN YANG KINI JADI FESTIVAL

Written by on 28 May 2019

MTBFM.CO.ID – Salah satu kesenian yang kerap ditampilkan saat bulan Ramadhan adalah kesenian musik patrol. Di Lamongan, utamanya di daerah Pantura Lamongan, berkembang seni musik yang hidup subur dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Kesenian tersebut adalah Kesenian Musik Tongklek.

Di Lamongan, kesenian Tongklek digunakan oleh warga masyarakat sebagai media untuk membangunkan warga untuk bersantap sahur. Untuk lebih melestarikan kesenian Tongklek ini, para pemuda yang ada di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong menggelar festival tongklek yang diikuti oleh tidak hanya masyarakat pantura Lamongan tapi juga masyarakat pantura Tuban.

“Kami ingin mengajak kaum muda untuk melestarikan salah satu budaya, yaitu kesenian tongklek yang memang akrab di tengah-tengah masyarakat Pantura,” kata Asfiyak Nur Akhlis ketua panitia, di sela-sela festival, Senin (27/5/2019).

Asfiyak menuturkan kesenian tongklek dahulunya hanya kesenian yang ditampilkan atau dipertontonkan ketika bulan Ramadhan, yaitu sebagai media untuk membangunkan warga bersantap sahur. Kini, tongklek telah bertransformasi menjadi jenis kesenian yang bisa ditemukan di kegiatan hajatan, event khusus bahkan pagelaran yang diadakan di tingkat Kabupaten.

“Kami ingin mengajak kembali para pemuda untuk terus merawat budaya tongklek ini. Kami ingin mengajak kaum melenial khususnya agar mengerti tentang budaya khas Indonesia,” ujar Asfiyak.

Asfiyak mengungkapkan kesenian Tongklek adalah seni musik tradisional yang dimainkan oleh sekelompok orang yang terdiri dari berbagai alat musik sederhana seperti musik patrol dan alat musik seadanya lain. Beberapa alat musik yang digunakan tersebut, lanjut Asfiyak, diantaranya adalah kentongan, perabotan rumah tangga seadanya seperti bak, ember, galon, serta peralatan lain.

Asfiyak juga menjelaskan asal kata Tongklek yang menjadi istilah untuk kesenian rakyat ini. Kata Tongklek diambil dari bunyi alat musik kentongan yang jika dipukul pada bagian tengah yang ada lubangnya maka kentongan akan berbunyi “Tong”. Jika dipukul pada bagian bawah atau di ruas bambu akam terdengar bunyi “Klek”. “Itulah mengapa seni musik tradisional ini dinamakan Tongklek,” ungkap Asfiyak. ( DTK / M )

 

 

Social Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Current track

Title

Artist

Background