MTB FM (07/10/2022) Surabaya
Jika berbicara soal fashion di Indonesia, pastinya tidak terlepas dari nama perancang busana dan ide-idenya untuk menghasilkan karya. Selama 15 tahun, Surabaya Fashion Parade telah menjadi salah satu pionir yang berpengaruh dalam pergerakan fashion di Surabaya. Berangkat dari visi untuk menciptakan wadah yang memudahkan pegiat fashion dan desainer dalam berkembang dan berekspresi, founder dan penggagas, Dian Apriliana Dewi memfasilitasi aspirasi tersebut dengan merangkul rekan-rekan dari dunia fashion termasuk desainer, seniman, model dan lainnya dalam Surabaya Fashion Parade. Surabaya Fashion Parade digelar pada 5 – 9 Oktober 2022 di Convention Hall TP 3 lantai 6 dan Atrium Tunjungan Plaza 3. Pada hari pertama,  pembicara yang hadir adalah Aryani Widagdo, Fashion Educationist, Former Director of Arva School of Fashion. Aryani memaparkan tentang kebaya dulu, kini dan nanti. Aryani menjelaskan, kebaya adalah blus tradisional dengan bukaan depan, berlengan panjang dan dikenakan di atas sarung tenun batik atau kain tenun tradisional lainnya seperti songket, tenun ikat, lurik dan lain-lain. Pada tahun 1960-an, kain dan kebaya merupakan busana sehari-hari bagi kebanyakan perempuan. Saat itu bahan kebaya yang dipilih adalah renda, lace dan bahkan sering diberi lining. Adakalanya kebaya saat tahun 60-an dipadukan dengan long torso atau corset dalam warna yang sesuai. Sedangkan untuk aksesoris yang digunakan saat berkebaya adalah kalung dengan liotin besar.
Photo by : Tamadinie

Gaya berkebaya pada tahun 1970-an lebih cenderung pada kebaya kartini modern dengan variasi lengan, selendang lebar dan encim modern. Untuk gaya kebaya tahun 1980-an semakin inovatif. Berbagai sulaman serta imbuhan payet dan manik-manik menghias kebaya. Menjelang akhir Abad XX, busana Nasional mengalami inovasi yang luar biasa dan menghadirkan kreativitas tinggi tanpa mengurangi nilai tradisi. Perubahan gaya hidup, kebiasaan baru dan fokus akan kebutuhan on-demand melahirkan banyak inovasi dan ide-ide kolaborasi yang menawan. Begitu pula dengan dunia fashion yang terus menerus menciptakan karya-karya penuh kejutan, epic dan mind-blowing. Dengan bermacam-macam elemen yang saling bertaut dari alam, digital era, warna, kecemasan era modern, isu terkini hingga motif kontemporer semakin menguatkan sinkronisasi antara kreatifitas, eksperimen dan inspirasi dalam menciptakan karya yang spektakuler. (naily/mtb fm)
What's your reaction?
8cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2024. All rights reserved.