BAYAR PARKIR PAKAI QRIS, MASIH BANYAK EVALUASI

 
Beberapa waktu lalu DISHUB kota Surabaya memutuskan untuk mulai menerapkan pembayaran parkir untuk Kawasan bahu jalan dan fasilitas pemerintah menggunakan pembayaran non tunai atau QRIS. Kebijakan ini mendapat berbagai macam respon dari masyarakat, ada yang setuju ada juga yang nggak setuju, terutama dari kalangan para jukir. Mereka menganggap aturan ini merugikan mereka dan bahkan ada yang beranggapan bahwa kebijakan ini membuat mereka kehilangan pekerjaan.
 
Namun, sebetulnya kebijakan ini bisa jadi menguntungkan para jukir secara perhitungan, karena pembagian hasil parkir menjadi lebih besar untuk mereka. Meski begitu, masih ada kendala dalam implementasinya. Salah satunya adalah belum semua warga familiar dengan pembayaran non tunai. Untuk mengatasi ini, DISHUB sudah menyediakan pembayaran melalui pembelian voucher di kios-kios tertentu yang sudah ditunjuk.
 
Meski ada upaya untuk mempermudah pembayaran, masa uji coba pembayaran parkir menggunakan pembayaran nontunai yang dilakukan pada tanggal 1 Februari 2024 di beberapa titik di kota Surabaya masih menemui banyak kendala yang harus dievaluasi kembali oleh pemkot Surabaya. Termasuk target wilayah yang akan diberlakukan pembayaran parkir secara nontunai juga masih jauh dari target.
 
Saat ini baru ada 378 jukir yang menerapkan pembayaran nontunai di Surabaya. Totalnya ada 2.300 jukir, tapi baru ada 378 yang sudah melengkapi administrasi dalam pengurusan barcode QRIS. Pembayaran parkir via QRIS baru diterapkan di 10 kawasan, yang masih jauh dari target karena 10 kawasan tersebut terdiri dari 36 ruas jalan. Artinya, masih sekitar 322 titik saja.
 
Semoga kebijakan ini benar-benar bisa terlaksana dengan baik dan bisa berjalan sesuai harapan ya Mitra MTB!
What's your reaction?
17cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.