Halo Sobat MTB! Saat kamu lagi asyik nongkrong di kafe atau lagi makan bareng keluarga di rumah. Suasananya damai banget, sampai akhirnya ada satu orang di sebelahmu yang mulai makan camilan.

Masalahnya, orang ini makannya bunyi. Ngecap, ngunyah kerupuk kenceng banget, atau nyeruput es teh sampai bunyi slurrrp yang panjang. Bagi kebanyakan orang, suara itu biasa aja. Tapi buat kamu? Darah mendadak mendidih, jantung deg-degan, dan bawaannya pengen banting meja atau nge-gas bilang, “Bisa nggak makannya biasa aja, nggak usah pake sound effect?!”

Pasti sering ada yang nyinyirin kamu, “Yaelah, gitu aja baper. Sensian banget sih jadi orang!”

Eits, tunggu dulu rek! Kamu bukan pemarah atau gampang emosi kok. Rasa jijik dan amarah yang meledak-ledak saat mendengar suara spesifik ini adalah kondisi neurologis yang nyata. Di dunia medis dan psikologi, fenomena ini disebut dengan Misophonia (Kebencian pada Suara).

Kok bisa suara kunyahan bikin kita pengen ngajak berantem? Yuk, bedah fakta ilmiahnya!

Apa Itu Fenomena Misophonia?

Misophonia secara harfiah berarti “kebencian terhadap suara”. Ini bukan berarti kamu benci semua suara yang berisik (kayak suara klakson motor atau musik kencang).

Orang dengan misophonia hanya terpicu oleh suara-suara repetitif yang sangat spesifik (disebut trigger sounds). Paling sering adalah suara yang dihasilkan oleh mulut atau tubuh orang lain, seperti suara mengunyah (ngecap), bernapas berat, menelan ludah, mendehem, atau bahkan suara ketikan keyboard dan bolpoin yang di-klik terus-menerus.

Otak Kamu Punya ‘Jalan Tol’ ke Pusat Emosi

Alasan kenapa kamu gampang emosi saat dengar suara ngecap ternyata ada di struktur otakmu yang emang “berkabel” beda dari orang biasa, rek!

Berdasarkan pemindaian otak (MRI) yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Newcastle University di Inggris, orang yang mengidap misophonia memiliki keanehan pada bagian otak bernama Anterior Insular Cortex (AIC). Bagian otak ini bertugas menghubungkan indra pendengaran langsung dengan pusat emosi.

Pada orang normal, suara kunyahan cuma numpang lewat di telinga. Tapi pada pengidap misophonia, otak mereka mengalami Overdrive (bekerja terlalu keras). Suara kunyahan itu langsung memicu sistem Fight-or-Flight (Lawan atau Lari). Otakmu bereaksi seolah-olah suara ngecap itu adalah ancaman mematikan dari predator beringas, makanya tubuhmu langsung merespons dengan detak jantung yang cepat, keringat dingin, dan rasa marah yang meledak.

Kabar Baiknya: Itu Tanda Kalau Kamu Orang yang Kreatif!

Sering dibilang sensian dan gampang bad mood gara-gara suara sepele emang nggak enak. Tapi, ada satu fakta ilmiah yang bisa bikin pengidap misophonia senyum bangga.

Sebuah studi dari Northwestern University menemukan bahwa ada korelasi kuat antara ketidakmampuan otak menyaring suara latar (seperti misophonia) dengan tingkat kreativitas yang tinggi. Para peneliti menyebutnya sebagai Leaky Sensory Gating (Kebocoran Gerbang Sensorik).

Karena otakmu menyerap semua detail suara di sekitarmu tanpa disaring, kamu memiliki kemampuan memproses informasi yang lebih luas. Hal ini sering kali dihubungkan dengan bakat problem-solving yang out-of-the-box, imajinasi liar, dan jiwa seni yang tinggi. Fakta unik lainnya: tokoh-tokoh jenius dunia seperti Charles Darwin dan Franz Kafka kabarnya juga mengidap misophonia, lho! 

Cari Soundtrack Buat Nutupin Suara Bising!

Jadi, udah clear ya, rek! Kalau besok-besok ada temen tongkronganmu yang makannya ngecap dan bikin emosimu naik ke ubun-ubun, mending kamu yang ngalah buat pakai earphone atau menjauh sebentar. Otakmu cuma bereaksi berlebihan karena desain sarafnya yang emang spesial.

Biar mood kamu nggak gampang hancur gara-gara suara berisik di sekitarmu, cara paling ampuh adalah mencari distraksi audio yang menyenangkan. Langsung aja stay tune dan dengerin lagu-lagu hits serta obrolan santai yang dijamin bikin telinga dan pikiranmu adem, pastinya cuma di 102.7 MTB FM Surabaya.

source :

What's your reaction?
24cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2026. All rights reserved.