MUSEUM KANKER PERTAMA DI INDONESIA, ADA DI SURABAYA

Written by on 4 February 2020

MTBFM.CO.ID – Setiap 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia, berdasarkan Piagam Paris (Paris Charter) pada 2000 saat diadakannya pertemuan “World Summit Against Cancer for the New Millenium”.

Kanker juga menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di Indonesia, terdapat sekitar 1,4 per 1000 kasus kanker atau 347 ribu orang. Untuk laki-laki paling banyak ditemukan kasus kanker paru dan usus, sedangkan pada wanita adalah kanker payudara dan leher rahim. Demikian mengutip health Liputan6.com.

Bicara soal kanker, di Surabaya, Jawa Timur terdapat Museum Kanker pertama yang ada di Indonesia. Museum ini terletak di Jalan Kayoon No.16 – 18, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

Museum Kanker Indonesia yang didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana (YKW) ini merupakan museum kanker pertama di Indonesia. Museum ini telah dibuka sejak 2013 untuk mengedukasi masyarakat agar mengenal dan mengetahui informasi mengenai penanganan kanker.

“Museum ini didirikan untuk mengedukasi agar masyarakat lebih aware terhadap kanker, tapi mereka hanya mendengar kanker tanpa mengetahui wujud sel kanker.” kata Ana Maharani, Direktur Utama Museum Kanker Indonesia.

Sebagai bahan edukasi, Museum Kanker Indonesia menyajikan beberapa koleksi pendukung. Koleksi tersebut berupa organ tubuh yang terserang kanker, mulai dari yang telah dioperasi, dipotong, hingga diawetkan dalam toples yang berisi formalin.

“Yang kita display disini adalah sel kanker dari tubuh manusia yang dulunya pernah hidup seperti kita.” jelasnya.

Organ tubuh atau alat peraga yang diawetkan tersebut terdiri dari sel kanker payudara, sel kanker tulang, sel kanker getah bening, sel kanker paru-paru, dan sel kanker lainnya. Selain itu, juga ada poster yang berisi informasi mengenai jenis, gejala, dan penyebab kanker. Ada pula double headed microscop untuk membantu pengunjung melihat sel kanker.

“Disini kita siapkan tindakan promotif, prefentif, juga fasilitas deteksi dini, laboratorium untuk memeriksa sel kanker.” pungkas Ana Maharani.

Semoga dengan adanya Museum Kanker Indonesia ini dapat menambah kesadaran masyarakat akan bahaya dari penyakit kanker!

 

( MTB / M )

 

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


102,7 MTB FM

Ragam Hiburan dan Musik Inspiratif

Current track
TITLE
ARTIST

Background