JELANG IDUL ADHA, 1.250 PETUGAS PANTAU KESEHATAN HEWAN KURBAN

Written by on 5 August 2019

MTBFM.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan Jawa Timur menerjunkan 1.250 petugas untuk memantau kesehatan hewan-hewan kurban. Hal ini agar daging kurban yang diterima masyarakat dalam kondisi baik.

Wemmy Niamawati Kepala Dinas Peternakan Jatim mengatakan, pihaknya telah mengirim edaran ke kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ternak yang hendak dijual.

“Jadi semua lapak yang ada di Jatim itu kita gerakkan SDM kabupaten kota se-Jatim. Jadi ada 1.250 orang apakah itu dokter hewan atau paramedik veteriner. Kita bekerjasmaa juga dengan Persatuan Hewan Indonesia, kemudian juga fakultas kedokteran hewan. Jadi dipastikan semua ternak dijual itu sehat, dilakukan pemeriksaan dan dikeluarkan surat keterangan hewan ternak,” papar Wemmy.

Tak hanya itu, Wemmy mengatakan pihaknya juga melakukan pelatihan kepada takmir masjid. Pelatihan ini agar para takdir memahami bagaimana cara penanganan hewan kurban.

“Kami juga melakukan pelatihan kepada takmir masjid 150 orang selama dua hari. Gelombang pertama 100 orang, dan gelombang kedua 50 orang, supaya paham penanganan terhadap hewan kurban. Ada pemeriksaan antem mortem dan post mortem,” imbuhnya.

Sementara terkait penyakit yang rawan diidap oleh hewan kurban, Wemmy menyebut selama ini pihaknya telah melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan di beberapa laboratorium milik pemprov.

“Tidak hanya di Idul Adha saja tapi tiap bulan kita lakukan penyelidikan terhadap penyakit hewan. Disnak punya laboratorium di Malang, mulai Banyuwangi sampai Mojokerto, sampai Trenggalek. Kemudian laboratorium di Tuban, itu Pacitan sampai Surabaya. Kemudian Madura ada laboratorium kesehatan Madura,” lanjut Wemmy.

Di kesempatan yang sama, Wemmy mengimbau masyarakat agar menerapkan pola pengolahan hewan kurban se-higienis mungkin.

“Diimbau supaya untuk penanganan daging kurban harus higienis, tidak boleh dicampur antara daging dengan jeroan. Jadi jeroannya harus dipisah penanganannya. Jadi disendirikan, namanya daging merah sama hijau,” pungkasnya.

 

( src : DTK / M )

 

 

Social Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Current track

Title

Artist

Background