DINAS PETERNAKAN JAWA TIMUR MAKSIMALKAN PENJUALAN ONLINE HEWAN KURBAN

MTBFM.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan Jawa Timur tidak menggelar bazar hewan ternak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk menerapkan physical distancing.

“Tahun ini kami tidak menggelar bazaar hewan kurban alasannya menerapkan sosial distancing,” kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Wemmi Niamawati.

Pihaknya, jelas dia, akan memaksimalkan penjualan melalui online. Untuk menghindari kerumunan massa.

“Kami ingin memaksimalkan para pedagang untuk menggunakan penjualan secara online,” tandasnya.

Mengutip detikcom, Selama Januari hingga kini, tambah Wemmi, permintaan daging sapi tidak mengalami penurunan dampak pandemi COVID-19. Menurutnya hampir tiap hari Rumah Potong Hewan (RPH) melakukan pemotongan.

“Tiap hari Rumah Potong Hewan (RPH) melakukan pemotongan. Permintaan daging sapi tidak mengalami penurunan,” tambahnya.

Pihaknya juga memastikan COVID-19 tidak menular ke hewan ternak. Meski begitu, baik pedagang maupun penyembelih harus memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan APD. Seperti masker, apron dan sarung tangan.

“Yang menular adalah penyakit antraks. Meski demikian memang ada perbedaan antara tahun ini dengan sebelumnya. Ini karena ada pendemi COVID-19, jadi yang disertai surat kesehatan bukan hanya hewan kurbannya saja namun harus pedagang maupun penyembelihnya juga harus memiliki surat keterangan sehat. Cukup dari Puskesmas tidak perlu rapid test. Tapi kalau mau rapid test malah lebih bagus,” ujarnya.

“Yang membedakan lagi tahun ini adalah para penjual hewan kurban harus menerapkan physical distancing. Selain itu harus memiliki izin dari pemkot atau pemkab setempat kalau kesulitan cukup dari kecamatan. Dan terakhir ada izin sanitasi,” paparnya.

 

 

 

What's your reaction?
0cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2021. All rights reserved.