Halo, Sobat MTB!
Pernah ga sih kamu ketemu anomali disekitar kamu kayak temen, keluarga atau bahkan orang random dengan satu kelakuan kocak, unik, tapi kadang bikin kita ngakak parah kalau lagi ngelihat orang lain ngelakuinnya secara live.
Lagi asyik jalan di mall atau pasar, tiba-tiba ada suara balon meletus atau orang ngejatuhin barang. Kebanyakan orang paling cuma kaget biasa atau refleks menengok. Tapi, ada satu orang di pojokan yang mendadak teriak-teriak heboh sambil latah ngomong kata-kata aneh, nari-nari kecil, atau malah latah ikutan ngelempar barang yang lagi dia pegang!

Pernah ngelihat yang kayak gini kan, Sobat MTB? Di Indonesia, kelakuan latah ini sering banget jadi bahan becandaan di tongkrongan. Tapi tahu nggak sih, kalau orang bule atau turis luar negeri ngelihat fenomena ini, mereka bakal garuk-garuk kepala kebingungan karena di negara mereka fenomena ini hampir nggak pernah ada! Nah, ternyata latah itu bukan karena kesurupan jin iseng ya, Sobat MTB. Ini adalah sebuah fenomena psikologis yang sangat langka dan diakui dunia medis internasional, lho!
Misteri Gangguan Perilaku yang Cuma “Hobi” Lahir di Asia Tenggara
Dalam kamus psikologi internasional, latah dikategorikan sebagai Culture-Bound Syndrome alias gangguan perilaku yang cuma terikat pada kebudayaan atau wilayah geografis tertentu. Dunia internasional pertama kali tahu soal ini lewat penelitian di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia. Jadi, kalau Sobat MTB pergi ke Amerika atau Eropa, kamu nggak bakal nemuin bule yang kalau dikagetin langsung latah ngomong “Ayam-ayam!” atau “Copot-copot!”. Unik banget, kan?
Secara neurologis, pas ada suara kaget yang tiba-tiba, otak manusia normalnya bakal langsung memproses respons Startle Reflex (refleks kaget). Tapi pada orang yang punya bakat latah, jalur komunikasi di otaknya mengalami “korsleting” sesaat karena kecemasan yang tinggi. Otak bawah sadar mereka langsung mengambil alih kendali tubuh tanpa lewat saringan otak depan yang menjadi pusat logika. Akibatnya, mereka bakal spontan meniru suara di sekitar (Ekolalia) atau meniru gerakan di depannya (Ekopraksia) secara otomatis tanpa bisa direm!
Ketika Isengnya Tongkrongan Malah Subur di Budaya Lokal
Para sosiolog dan psikolog menemukan fakta menarik kalau latah ini sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial kita. Di budaya kita, orang yang latah itu sering kali dapet perhatian, diketawain secara ramah, dan dianggap sebagai pencair suasana yang menghibur. Karena lingkungan sosial kita cenderung “memaklumi” dan menjadikannya bahan candaan, otak orang yang latah secara nggak sadar merasa perilaku ekstrem itu “aman” untuk dilepaskan. Berbeda jauh dengan budaya Barat yang sangat menjaga jarak personal (personal space), di mana refleks heboh seperti itu bakal dianggap aneh, mengganggu, dan bikin orang lain menjauh.
Walaupun kelihatannya lucu dan menghibur buat dijadikan bahan konten atau candaan di tongkrongan, sebenarnya kasihan lho kalau mereka sengaja dikagetin terus-menerus. Pas lagi kumat latahnya, detak jantung mereka itu meningkat drastis dan tubuh mereka ngeluarin hormon stres (kortisol) dalam jumlah besar. Kelelahan fisik dan mental habis latah itu nyata adanya. Jadi, sewajarnya aja ya kalau mau bercanda bareng temen yang latah!

Jadi, udah paham kan kenapa fenomena latah ini cuma eksis dan subur di sekitar kita? Ini adalah salah satu bukti betapa unik dan misteriusnya cara kerja otak manusia kalau digabungin sama pengaruh budaya lokal.
Biar suasana santai Sobat MTB tetap seru dan ramai tanpa perlu bikin temen jantungan gara-gara dikagetin, mending langsung aja setel frekuensi Radio MTB Surabaya. Kita selalu siap nemenin waktu luang kalian dengan obrolan yang menghibur dan deretan lagu paling fresh yang dijamin ampuh buat balikin mood jadi makin happy seharian penuh!
