Halo Sobat MTB! Coba deh ngaku, kalau kamu lagi asyik scrolling timeline atau FYP, konten apa yang paling bikin jempolmu otomatis berhenti?

Kalau ada video orang pamer pencapaian atau pamer kemesraan, paling cuma kamu like terus di-skip. Tapi… giliran ada berita artis ketahuan selingkuh, video orang berantem di jalan, atau thread panjang soal cancel culture dan drama perselingkuhan, mata kamu mendadak melek! Bahkan kamu rela baca ratusan komentar netizen sampai bawah dan ikut mbatin, “Waduh, kok bisa sih?!”

Pasti kadang kamu ngerasa bersalah dan mikir, “Duh, apa aku ini aslinya emang julid dan suka ngeliat orang susah ya?”

Tenang rek, stop overthinking! Ketertarikan ekstrim pada berita buruk, drama, atau gosip ini bukan berarti kamu punya sifat jahat. Di dunia psikologi dan neuroscience, fenomena ini sangat normal dan disebut dengan Negativity Bias (Bias Negativitas) yang memicu kebiasaan Doomscrolling.

Kok bisa otak kita lebih doyan drama daripada berita bahagia? Yuk, bedah fakta ilmiahnya!

1. Apa Itu Fenomena Negativity Bias?

Secara sederhana, Negativity Bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan perhatian jauh lebih besar pada informasi negatif (berita buruk, bahaya, kritik) dibandingkan informasi positif (pujian, berita bahagia, motivasi).

Satu kritikan pedas dari bos di kantor akan terus kepikiran sampai seminggu, menutupi sepuluh pujian dari teman-temanmu. Otakmu merespons drama dan konflik sebagai sesuatu yang berbobot berat dan “urgent” untuk diproses.

Dilansir dari riset “Negativity Bias” (2001): Istilah ini dipopulerkan dan dibedah secara mendalam oleh psikolog Paul Rozin dan Edward Royzman dari University of Pennsylvania. Riset mereka yang berjudul “Negativity Bias, Negativity Dominance, and Contagion” dipublikasikan di jurnal Personality and Social Psychology Review. Inti riset ini membuktikan bahwa peristiwa negatif memiliki daya tarik psikologis dan memori yang jauh lebih kuat di otak manusia ketimbang peristiwa positif.

2. Alarm Bahaya dari Nenek Moyang Kita

Sama seperti banyak fenomena psikologis lainnya, Negativity Bias adalah warisan insting bertahan hidup (survival instinct) dari zaman purba purbakala.

Ratusan ribu tahun yang lalu, nenek moyang kita harus selalu waspada terhadap bahaya (harimau yang bersembunyi, suku musuh, atau buah beracun). Otak yang bereaksi cepat terhadap “kabar buruk” adalah otak yang berhasil bertahan hidup. Makanya, sampai detik ini, Amigdala (pusat rasa takut di otakmu) akan langsung menyala terang benderang setiap kali mendeteksi ada konflik atau hal negatif di layar HP-mu. Otakmu mengira drama sosmed itu adalah “ancaman” yang perlu dipelajari!

Menurut Studi tentang Judul Berita Negatif (PNAS, 2023): Penelitian modern dari jurnal bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) membuktikan bahwa Negativity Bias sangat mengendalikan kita di internet. Riset yang menganalisis jutaan klik pada berita online menemukan bahwa setiap satu kata negatif yang ditambahkan pada sebuah judul artikel, akan meningkatkan rasio click-through rate (CTR) atau jumlah klik sebesar 2,3%. Orang lebih tertarik mengeklik kata “Gagal” daripada “Berhasil”.

3. Lahirnya Siklus Doomscrolling

Ketika insting Negativity Bias ini digabungkan dengan algoritma media sosial, muncullah fenomena Doomscrolling—yaitu kebiasaan scrolling berita negatif secara terus-menerus tanpa sadar waktu. Semakin kamu baca berita drama, otakmu merasa sedang “bersiap-siap menghadapi bahaya”, dan sebagai imbalannya, otak melepaskan sedikit dopamin. Akhirnya? Kamu kecanduan baca gosip!

Berdasarkan penelitian tentang Doomscrolling (University of Florida): Berbagai jurnal kognitif dan perilaku modern mengaitkan Doomscrolling dengan respon Amigdala. Semakin sering kita memelihara Negativity Bias lewat media sosial, tingkat kecemasan (anxiety) kita akan berlipat ganda karena otak merasa “dunia sedang tidak aman”.

Biar Otak Nggak Sumpek, Cari yang Vibes-nya Positif Aja!

Jadi, udah clear ya, rek! Tertarik sama drama atau gosip itu sifat alami otak manusia. Tapi ingat, kalau diturutin terus-terusan scrolling berita buruk, mentalmu yang bakal capek sendiri karena otak merasa dalam mode “perang” tiap hari.

Biar pikiranmu rileks, kewarasan tetap terjaga, dan asupan dopaminmu datang dari hal-hal positif, stop scrolling drama dan langsung aja dengerin lagu-lagu hits anti-sumpek! Pastinya selalu temenin harimu bareng 102.7 MTB FM Surabaya.

source : 

https://thedecisionlab.com/biases/negativity-bias

https://www.livescience.com/human-behavior/psychology/our-brains-arent-wired-to-handle-this-much-bad-news-but-looking-away-is-not-the-fix-expert-says

What's your reaction?
24cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2026. All rights reserved.