Halo, Sobat MTB! 👋

Pernah enggak sih, kelar sholat Ied dan bagi-bagi kurban, kamu sibuk banget ke pasar berburu bumbu rempah buat masak rendang spesial kesukaan Papa, terus lanjut bakar sate bareng keluarga besar di halaman rumah? Aromanya aja udah bikin perut keroncongan parah!

Tapi, ada satu fenomena aneh yang pasti selalu terjadi habis pesta pora ini. Begitu piring udah bersih dan perut kenyang diisi daging sapi atau kambing… Boom! Kelopak mata mendadak seberat barbel. Bawaannya pengen langsung rebahan di karpet dan susah banget diajak mikir.

Setiap kali momen Idul Adha tiba, banyak banget orang tua atau tetangga yang langsung panik pas ngerasain kantuk luar biasa ini. Mitosnya, kalau habis makan daging kurban terus ngantuk atau leher terasa berat, itu tandanya kolesterol lagi meroket atau darah tinggi lagi kumat!

Padahal, kamu yang masih muda dan hasil cek darahnya normal-normal aja juga sering ikutan “teler”, kan? Tenang, Sobat MTB nggak tiba-tiba kena penyakit kronis kok. Fenomena mabuk daging ini adalah reaksi biologis tubuh yang wajar banget. Yuk, kita bongkar rahasia medis di balik sensasi “Food Coma” pasca Idul Adha!

Perut dan Otak Sedang “Tarik Tambang” Aliran Darah

Dalam istilah medis, rasa kantuk ekstrem setelah makan besar disebut dengan Postprandial Somnolence atau yang lebih ngetren disebut Food Coma.

Pasukan daging sapi dan kambing yang baru aja kamu telan itu punya tekstur yang sangat padat dan kompleks. Nah, buat menghancurkan daging-daging bandel ini, lambung dan ususmu butuh bantuan energi yang super besar. Sistem saraf akhirnya mengambil keputusan darurat: mereka mengalihkan sebagian besar aliran darah dari otak dan otot untuk difokuskan ke saluran pencernaan! Karena suplai oksigen dan darah di otak sedikit berkurang, efek sampingnya adalah otak jadi “lemot” dan tubuh meresponsnya dengan rasa kantuk yang luar biasa.

Gempuran “Obat Tidur” Alami Bernama Triptofan

Selain bikin perut kerja rodi, daging sapi dan kambing ternyata diam-diam menyimpan zat khusus yang bertindak kayak obat tidur alami!

Daging merah kaya akan sejenis asam amino yang bernama Triptofan. Pas zat ini berhasil diserap sama tubuh, dia bakal memicu otak untuk memproduksi hormon Serotonin (hormon bahagia yang bikin kamu ngerasa rileks) dan hormon Melatonin (hormon yang ngatur siklus tidur). Kombinasi perut kenyang, tubuh yang rileks gara-gara Serotonin, dan sinyal tidur dari Melatonin inilah yang bikin pertahanan matamu runtuh dan sukses bikin kamu ketiduran di depan TV.

Karbohidrat Ekstra Jadi “Tersangka” Utama

Kamu mungkin mikir, “Ah, aku cuma makan sate kambing dikit kok, tapi tetep aja ngantuk berat!”

Coba cek lagi piringmu tadi, Sobat MTB. Makan sate kambing biasanya dibarengin sama apa? Nasi putih hangat yang porsinya ngalahin kuli bangunan, ditambah kerupuk dan lontong, kan? Nah, karbohidrat sederhana dalam jumlah masif ini bikin gula darahmu melonjak tajam dalam waktu singkat, terus anjlok lagi dengan cepat (Sugar Crash). Lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis inilah yang sebenarnya jadi tersangka utama kenapa energimu langsung terkuras habis dan berujung pada rasa lemas.

Jadi, udah paham kan sekarang? Sensasi “teler” habis pesta Idul Adha itu bukan karena kamu disantet kolesterol jahat, tapi murni karena sistem pencernaanmu lagi lembur kerja keras bagai kuda!

Biar nggak makin parah ngantuknya dan sukses melewati sore hari tanpa ketiduran, mending lawan rasa malasnya dengan nyetel frekuensi Radio MTB Surabaya. Dengerin deretan lagu up-beat yang fresh dan celotehan seru di udara yang dijamin ampuh banget buat mompa semangatmu lagi kelar bantuin cuci piring. Hiburan audio yang asik siap jaga mata kamu tetap melek!

What's your reaction?
24cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2012 –  2026. All rights reserved.