Sobat MTB, Sabtu (9/8) kemarin suasana Hotel Great Diponegoro Surabaya rame banget! Sekitar 100 pelajar SMA/SMK kumpul bareng di acara Sarasehan Generasi Emas yang digelar Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3. Momen ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-35 Al Kahfi, lho.

Temanya serius tapi dibawakan seru: ngobrol soal akar kenakalan remaja dan cara mengatasinya. Narasumbernya beragam — ada TNI, Polisi, Satpol PP, Psikolog, bahkan acara ini direkomendasikan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Semuanya punya satu tujuan: ngajak remaja jadi pelopor anti kenakalan di sekolah dan lingkungan.

Peltu Sidik Triwaluyo dari Koramil Sawahan percaya, para pelajar yang hadir adalah “pilar perubahan” yang siap bawa pengaruh positif. Ketua Panitia, Hendrian, juga mengingatkan kalau potensi besar pemuda harus diarahkan ke hal-hal yang membangun. Sementara itu, Ketua Yayasan, Endang Sukmayanto, menegaskan pentingnya tahu tujuan hidup biar nggak salah langkah.

Nggak cuma itu, Aiptu Ari Jatmiko dari Polsek Sawahan memberi tips hadapi kejahatan siber: jangan ragu lapor ke pihak berwajib. Psikolog Suryantiningsih dari Asieq Educare juga berbagi insight kalau remaja butuh pendampingan supaya nggak kehilangan arah dalam mencari jati diri.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen Generasi Emas 2045 serta apresiasi oleh narasumber dan guru, lalu ditutup manis dengan penampilan musik dari binaan Yayasan Al Kahfi dan Kak Seven Juni Manurung dari Satpol PP Goes to School. Serius, inspiratif, tapi tetap asik buat diikuti.
